![]() |
Gerimis, gravitasi memang salahku
Jarak kau dan aku terlalu dekat
Newton telah bercerita
Langitmu lebih dekat padaku bukan Sang Surya
Air matamu sengaja ku tarik
Pilumu tergambar, redup awan petir menggelegar
Menggambarkan betapa muram hatimu
Tidak terbayangkan betapa banyak lisan yang ingin kau ucapkan
Kau boleh marah
Murka pun tidak ku larang
Kau boleh membawa apapun yang kau inginkan
Tetapi cukup sebagai teguran insan
Aku tidak menyesal hujan
Tamparanmu memang mengenaskan bahkan menewaskan
Tidaklah kau lihat sekuntum bunga indah bermekaran
Karena kedatanganmu dinantikan
Hujan, kaulah anugerah Tuhan
Setelahnya ku harap kau tidak muram
Tergambar dengan warna-warna terdampar diawan
Merah, kuning, hijau warna khas paparan
#Tantangan 5
#Odop Batch 7
#Hujan

Hwawaa manthaap ;)
ReplyDeleteNur puisinya juga keren
DeleteAda gravitasi, ada pula Newton...bertemu hujan yang menampar...awwww
ReplyDeleteHaha
Delete"Sabarlah, aku kan datang di waktu yg indah", ungkap hujan 😁
ReplyDeleteKami menunggu mu hiahahah
Deletekayaknya seperti ini kalo anak ipa bikin puisi ya.. romantis cerdas.
ReplyDeleteKetahuan deh, ya efek sains
Delete