Friday, 31 May 2019

Bayangan Reuni SMA



"Selamat Pagi semua, setelah sepuluh tahun berlalu, bagaimana kalau kita adakan reuni lagi menyambung silaturrahmi" bunyi tulisan pesan singkat dari grup Wa.
Mencoba acuh dan melupakannya, sudah sejak lima tahun belakangan ini grup menjadi sepi aktivitas seolah berjalan sendiri-sendiri. Mereka asyik dengan dunianya, tak terkecuali diriku bahkan ini hanya akan menjadi rencana yang tidak terealisasi seperti sebelum sebelumnya.
Fikirku dalam hati sembari membuka kotak nasi biasa yang dulu Ibuku buat untukku kini kubuat untuk buah hati dan imamku. Ini memang masih gelap, mereka masih tertidur lelap. Mahmud mungkin itulah kesibukanku kini, sembari memutar lagu lama khas 80.an yang sejak dulu menjadi kebanggaan keluarga.

"Cengkling..." pesan dari nomor baru tidak berprofil. Ku lupakan lagi memang menyiapkan kebutuhan untuk mereka adalah perioritasku sekarang. Tidak ada yang lain.
"Harum sekali, apa itu Yang?" Sembari mengendus-endus ke arah dapur.
"Ayah.." aku terkaget, tidak biasanya dia bangun jam segini mungkin sop buntut ini penyebabnya. Pagi ini memang aku sengaja memasak kesukaannya agar terbangun lebih pagi dari biasanya, ada hal yang ingin ku katakan.
Dia memang rajin, sejak awal berjanji memang aku sudah mengaguminya, sosok yang sangat rajin untuk mandi dipagi hari sebelum sholat subuh. Tetapi kali ini tidak ini masih sepertiga malam, masakanku siap untuk bersahur seperti yang biasa keluarga kami lakukan.

"Sahur dulu yuk" ajakku
Dia mengangguk, lahapnya membuatku suka membuat masakan ini meskipun aku sama sekali tidak tertarik dengan makanan bernama sop itu. Demi melihatnya tersenyum bahagia tentu aku lakukan itu semua. Semangkuk sop habis seketika, sembari menunggu subuh aku mencoba percakapan.
"Yang, mama ada acara reuni SMA... emm bagaimana ya?" Sedikit bingung mau memulai dari mana.
"Ikut saja ma, papa ikut sekalian ya?" Semangat sekali laki-laki ini. Aku mengangguk dan tersenyum, baiklah aku mengerti apa yang dia inginkan.

Weekend ini menjadi jadwal reuni Akbar SMA, kami yang dulu masih kekanak-kanakan. Sekarang menggendong anak dan bergandengan tangan dengan pasangan masing-masing. Acara lain kami tolak dan tidak lupa konfirmasi kedatangan aku lakukan. Bahkan pesan nomor tidak dikenal berasal dari salah satu anggota grup SMA bermaksud untuk memastikan kedatangan pun sudah terlaksana. Bayangan bertemu rekan seperjuangan. Bunyi telepon seluler suami dihari weekend ini.

"Nak pulang sekarang juga Ibu masuk rumah sakit" Suara Bpk mertuaku pada suami.
Tanpa berpikir panjang kami langsung meluncur ke rumah sakit tujuan. Ambulance bersiap dan surga suami ku telah pergi untuk selamanya. Iya Ibu dari suami ku memang tengah sakit keras, baru berapa hari yang lalu kami berkunjung. Entah apa penyebabnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin mencari penyembuhan.
Handphone ku pun tidak berhenti berbunyi, acara reuni menunggu kami. Sekian ratus peserta yang konfirmasi datang tidak satupun terlihat batang hidungnya. Jam sudah semakin siang, aku dan suami tidak memperdulikan handphone kami, duka mendalam menyelimuti keluarga kami.

Tempat reuni bahkan makanan sudah dipesan sedangkan hanya panitia sekitar 20 orang. Bill keluar dengan tagihan yang menegangkan. Bisa jadi ini adalah reuni paling menyedihkan karena THR raip demi tempat yang undangan tidak datang sedang iuran belum juga dilakukan.

#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day26

No comments:

Post a Comment