Wednesday, 22 May 2019

Rumah Nenek Fila Tua



Seorang wanita tinggal didalam gubuk tua yang mulai usang dan reyot. Angin kencang mudah menumbangkan gubuk itu. Dua anaknya tidak mampu membujuk agar tinggal bersama.

Aku cucunya, bulan ramadhan ini menjadi liburan yang mengasyikan. Berkunjung kerumah nenek yang jauh dipelosok desa. Udara sangat sejuk, semilir angin membuatku betah disini. Tempat ini memang indah, dikota tidak ada, seperti berlibur difila.
"Ibu aku tinggal disini ya selama liburan, boleh ya, boleh kan" rengekanku menjadi jadi.
Ibuku hanya menggelengkan kepala tanda tidak.
"Ayolah Bu,"
"Nek" pintaku pada nenekku yang sudah sering pikun (lupa) itu.
"Sudah Nduk biarkan anakmu disini, besok jemputlah dia" ucap nenekku seraya mengelus elus rambuku.
Ku pasang wajah melas anak TK jaman itu dan Ibu mengizinkan. Waktu menunjukkan jam 3 sore, ibuku segera kembali ke kota, memang seperti itu biasanya. Rumah nenekku sampai kota sekitar 2.5jam. 

Aku bermain sendiri dengan kucing-kucing peliharaan Nenek sampai tidak terasa beduk magrib berkumandang. Nyanyian burung mulai bersaut sautan menunjukkan dunia malam yang menyeramkan. Dinginnya angin dan kegelapan seolah menjadi teman. Bersama api kecil dari botol bekas jamu tradisional berbahan kaca itu.

"Le ayo buka puasa dulu, sini buka bersama nenek" tumben nenek tidak lupa kalau aku disini.
Aku bergegas masuk, sejak kecil aku sudah diajari berpuasa meskipun berbukaku lebih dari sekali dalam sehari  tetapi aku rutin melakukannya. Selesai berbuka aku langsung ke mushola tidak jauh dari rumah nenek namun cukup sepi karena rumah nenekku berada diantara ladang warga. Disana ada teman-teman sebayaku kebetulan mereka masih saudara jadi aku mengenalnya. Setelah selesai sholat tarawih aku bergegas pulang mengingat rumah nenekku paling ufuk dan jalan remang-remang. 

Untuk sampei dirumah nenek aku harus  aku melewati gang makam. Itu jalan satu-satunya, menurut warga dan teman sebayaku sering ada makhluk ghaib terlihat disitu. Perjalanan ku terasa menyeramkan, ternyata ada tukang bakso dilampu pertengahan dekat gang berlawanan arah dengan ku segera kupercepat langkah. Sial..Aku terlambat tukang bakso sudah lebih kencang melangkah dariku. Terlihat sosok lelaki dari kejauhan, dengan penutup kepala jantung ku berdetak kencang, ku langkahkan kaki lebih cepat. Dan digang itu. jalan makam. dia berhenti, jalanku semakin cepat dan dia berbalik arah. Aku lari sekencang-kencangnya sampai rumah nenek.
"Assalamualaikum Nek"
"Waalaikumsalam, mana Bpkmu?"
~bersambung~

#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day16
#Bukber

No comments:

Post a Comment