![]() |
| By Google |
Malam itu terasa dingin, sunyi, sepi bahkan suara adzan tidak terdengar. Dava membawa sarung dan peci (kopyah), esok puasa pertama pasti semangat nya masih membara. Pemadaman listrik memang sering terjadi didesa kecil ini.
Musholla sudah ramai mengalahkan toko Pak Surip samping rumahnya.
"Kurang awal, belakang deh" gumamnya
Jangan kan suara adzan, signal handphone ikut hilang bersama sinar malam. Sesaknya musholla itu mambuat Dava sholat beralas tikar. Berapa menit kemudian sholat tarawih pun dimulai. Baru rokaat pertama kaki dan kening Dava sudah jadi korbannya. Tanah dan bebatuan yang tidak rata membuat dirinya kesakitan.
Listrik sudah menyala, Dava kaget dia langsung lari kerumahnya, padahal saat itu belum selesai sholat nya. Kakak Dava bernama Dewi, dia tinggal dikota. Sudah dua bulan tidak pulang menunggu lebaran katanya. Dewi bekerja disalah satu mall terbesar dikotanya. Percakapan pun terjadi via handphone
"Halo Kak Ewi, kapan pulang?" Sambil menempelkan handphone ditelinga nya
"Halo Adek Jele' kaka pulang sebelum lebaran, puasa tidak besok?" Pertanyaan manja si kaka
"Puasa dong, dedek ganteng tarawih lho" suara polos anak TK. Dava bercerita panjang lebar kejadian tadi. Dewi pun terdiam, dipuasa pertama dia tidak bisa mengikuti tarawih dan tidak tau sampai kapan. Banyak yang bilang apa yang sudah pergi baru terasa berarti. Satu tahun sekali hanya satu bulan dan belum tentu akan bertemu lagi.
#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day05
#Tarawih

No comments:
Post a Comment