Monday, 16 September 2019

Belajar Jati Diri Manusia

Apakah diantara kita ada yang belum tau pohon jati. Tanaman ini sudah sangat populer dikalangan pepohonan. Selain terkenal sebagai pohon idaman karena kuat baku hantam, harganya pun fantastis bukan.

Bijinya yang kecil namun kekuatannya luar biasa, bahkan perlu alat tambahan untuk membukanya. Begitu pula melihat potensi seseorang bukan dari seberapa besar tubuhnya.  Tanaman yang tumbuh subur diarea Jawa ini memiliki siklus hidup yang berbeda dibandingkan tanaman pohon lainnya.

Mulai dari masa semai tanaman ini tidak mudah tumbuh karena kerasnya kulit biji memerlukan beberapa perlakuan seperti perendaman. Setelah masa semai tanaman ini dapat dipindah tanamkan ke lokasi seperti hutan. Bagaimana dengan siklus hidup yang dibahas sebelumnya.

Tanaman ini akan tumbuh baik bilamana berada pada curah hujan sedang dan cenderung rendah. Hal ini mengingat akan adanya lingkar pohon yang menunjukkan umur pohon tersebut. Bisa dibilang dalam satu tahun tanaman ini hanya mampu membuat satu lingkaran.


Hal diatas menunjukkan bahwa pohon jati dengan waktu satu tahun hanya dapat satu lingkaran. Sebagai manusia perlu untuk menghargai waktu dan proses karena setiap fase hidup seseorang berbeda. Untuk mencapai titik suksesnya ada yang perlu sampai usia 20 tahun keatas ada pula yang dibawahnya.

Dalam hidupnya tanaman ini tidak asing akan menggugurkan seluruh daunnya. Mungkin sebagian akan berkata tanaman mati dibiarkan, atau mungkin dari mana fotosintesis dilakukan. Iya pengguguran daun adalah cara tanaman ini beradaptasi dengan lingkungan untuk mengurangi penguapan. Sementara fotosintesis tidak hanya dilakukan pada daun, batang pun mampu melakukan selagi dia berwarna hijau (mengandung zat hijau daun).



~bersambung~
Sumber Akan dicantumkan diakhir

No comments:

Post a Comment