Thursday, 12 September 2019

Denting Terakhir


  • Data Pribadi


Kulit kering yang mulai bisa kulipat kini semakin terlihat
Mata yang terlihat semakin padam dengan pemendekan sudut urat
Rambutnya memutih tidak bisa lagi memilih
Berdirinya yang tidak lagi tegak menjulang

Angin dengan mudah merobohkan tegaknya
Sesekali langkahnya terhenti
Berbincang kepada mentari
" Akankah waktu bisa lebih lambat atau langkah yang harus lebih cepat?"

Sesekali ku pandangi wajah itu dikala masa kecilku
Sebelum terlelap sejuta kata teruntai
Menemani malam itu hingga mataku tidak lagi melihatmu
Suaramu menghilang ditelan kalbu

Dewasa kini aku, melihat bujur kaku tubuhmu
Setetes pun coba kuselamatkan
Setelah gayung dan seisinya coba kutumpahkan
"Maafkan aku!"
Maafkan aku, bungkaman teriak mengebu

Tidak bisa aku hentikan linangan pelupuk mata
Aku gagal dipengabdian terakhirku
Kewajiban mensucikanmu bersama senyuman
Mengantar tanpa ada pemberatan, maafkan aku



10 comments: