Thursday, 3 October 2019

Cerita Puisi

"Diam"

Ruang persegi panjang menyudut beraturan
Diam
Jam berdenting akhir perjalanan
Diam

Kursi goyang kian menoleh ringan
Diam
Betapa beratnya putaran
Diam

****
"Sepertiga Malam"
Putihku bergerigi memahat hati berlafal mantra suci

"Bicara Rindu"
Ketukan sajadah berderai dengan lidah itu aku

(Puisi 2,7)

***
"Surat-Nya"

Mengapa kau tanya bulan
Sementara disini ada bintang
Teori evolusi tidak mampu menjawabnya
Teori Darwin mengundang tanya

Sederet barisan ayat mampu bercerita
Bagaimana terbentuknya nyawa
Bagaimana bisa ragumu tak malu
Surat takdir sudah direncanakan-Nya

17 comments: