Friday, 25 October 2019


Busur itu telah menancap
Tepat pada jantung umat
Aku tidak mampu mengangkat
Ku takut dia hanya salah tempat

Hingga saat dia lenyap
Tanpa tangan ku berbuat
Membuat luka dan sekarat
Busur itu terlalu kuat

Akankah aku mengelak
Tangan Tuhan tidak mungkin berkhianat
Memasang busur tanpa sebab
Cucuran darah mendekap

Siapa Dia?
Melesatkan panah tanpa permisi
Aku mengelak semampu hati
Dia terus mengejar tanpa henti

Akankah aku berhenti?
Sosok yang tidak pernah ku mengerti
Salahkah diriku ini?
Aku hanya takut terluka kembali

No comments:

Post a Comment