Hanya tulang belulang kayu batangan
Terdampar ditengah-tengah kota perantauan
Tanah tandus kian gersang
Terbawa angin perjalanan
Seperti dongeng dalam kehidupan
Itulah nama tersohor dijalanan
Pilihan tempat perkumpulan
Seolah dunia mampu tergenggam
nyata jalan menikung tajam
Seukuran pelipis
Mengemban tugas dunia
Bercerita kisahnya
Pulas ku usap cendela mata
Membekas jelaga
Berteman uap senja
Mimpi nyata
Angin, hantarkan rinduku padanya
Pada tanah kelahiran
Tanah perjuangan
Tanah perantauan
No comments:
Post a Comment