![]() |
| Selengkapnya : |
Tema
Kebahagiaan tidak bisa terbeli dengan uang.
Tokoh atau Penokohan
Aku : Tokoh utama yang mengetahui segalanya dimana Aku mengetahui segala cerita dari Aku dalam mimpi dan Dia, sementara Aku juga masuk dalam cerita tersebut. Termasuk tokoh protagonis terlihat dari sikapnya yang menolak Aku dalam mimpi yang semena-mena menghabiskan uang untuk membeli mimpi.
Aku dalam mimpi : Tokoh utama sebagai pelaku utama dimana Aku dalam mimpi menghabiskan hadiahnya untuk membeli mimpi demi melanjutkan mimpinya. Termasuk tokoh antagonis terlihat dari sikapnya yang tidak mengingat pesan orang tua sehingga ketika memenangkan lotere, habis untuk membeli mimpi.
Dia : Tokoh utama sebagai pelaku utama dimana Dia sebagai tokoh yang kaya raya yang mengingat orang tuanya. Termasuk tokoh protagonis terlihat dari sikapnya yang sejalan dengan Aku yang mewujudkan keinginan orang tuanya.
Emak : Tokoh utama sebagai pelaku utama dimana sejak awal terlihat kisah anak yang menceritakan tentang ibunya. Termasuk tokoh protagonis melihat dari kesabarannya, kelembutan hatinya dan mengutamakan Allah dalam hidupnya.
Bapak : Tokoh utama sebagai pelaku utama, hal ini sama dengan ibunya. Termasuk tokoh protagonis dimana sosok Bapak yang baik menemani perjuangan istrinya.
Narti : Tokoh utama sebagai pelaku utama. Termasuk tokoh protagonis karena tidak membiarkan Aku yang baik berkesimpulan salah pada uang dan kebahagiaan, sabar, ke ibuan dan cerdas.
Mantan Kekasih Narti : Pelaku tambahan.
Mbak-Mbak Agen Perjalanan : Pelaku tambahan.
Penjual Kerbau : Pelaku tambahan.
Orang Tua Narti : Pelaku tambahan.
Alur Cerita
Alur yang digunakan adalah alur maju melihat didalamnya ada pembukaan berisi - Aku yang menceritakan Aku dalam mimpi dan Dia berasal dari mana - kemudian ke konflik - kehilangan kerbau, batal naik haji dan diselingkuhi Narti - dan klimaks pada kata - Narti "Kamu tidak akan pernah bisa membeli kebahagiaan" - dan penutupan - kelahiran bayi aku yang membuat kebahagiaan bapak dan emaknya.
Latar
Waktu : Malam hari, hal ini dijelaskan diawal bahwa suatu malam aku bermimpi sehingga pelaku utama yang serba tahu menunjukkan hal ini terjadi dimalam hari.
Tempat : Peternakan kerbau, agen penjualan haji, jalanan tepi sawah, rumahku (cerita dimimpi) dan rumah sakit, melihat akhir cerita karena cerita ini menceritakan mimpinya.
Suasana : Kesedihan (dalam mimpi) dan Kebahagiaan.
Sudut Pandang dan Amanat
Sudut Pandang cerita adalah sudut pandang orang pertama. Amanat cerita adalah kebahagiaan tidak terbeli oleh uang, cukup dengan kelahiran putranya menjadi kebahagiaan bagi orang tua.
Unsur Ekstrisik
Latar Belakang Masyarakat
Terlihat bahwa penulis menonjolkan sisi perekonomian Indonesia sebagai negara berkembang yang terbatas, menengah kebawah membuat penulis sepertinya lebih suka berimajinasi dengan keadaan keuangan dan kehidupan sekitar.
Latar Belakang Penulis
Dari opini saya penulis cerpen ini memang sudah mahir dalam penulisan cerpen terlihat ide cerpen yang dibuat sama sekali tidak tertebak.
Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen
Nilai Agama
Dari cerpen ini terlihat Emak tengah memelintir biji tasbih sampai hatinya tenang. Hal ini menjadi pelajaran bahwa dengan mengingat Allah hidup akan menjadi lebih tenang.
Nilai Sosial
Secara sosial cerpen ini menunjukkan bahwa tidak semua hal dapat dibeli dan bahagia dengan banyaknya uang yang dimiliki.
Nilai Moral
Secara moral cerpen ini memiliki sisi pembelajaran bahwa sisi alam bawah sadar manusia pasti terdapat sisi positif dan negatif sehingga sisi positif berupa kebaikan harus ditingkatkan. Hal ini terlihat dari kalimat "Suara Narti pelan namun terdengar sangat jelas seolah-olah suara itu bukan berasal dari mulut Narti tapi keluar dari dalam kepalaku dan kepala orang yang membeli mimpi dalam mimpiku".
Nilai Budaya
Budaya di Indonesia terutama desa bahwa hukum adat atau teguran yang berulang oleh lingkungan sangat mempengaruhi kejeraan seseorang.
Jika terjadi kesalahan dalam ulasan, sebagai pemula, penulis mohon koreksinya. Terimakasih

No comments:
Post a Comment