Friday, 10 May 2019

Tak Bertuah


Taken by Me

Berawal dari ngabuburit, waktu sesukamu buat menunggu buka puasa. Seperti biasa setumpuk kertas telah menunggu dipagi itu, tanpa senyuman. Pekerjaan membuat ku tetap harus terpana meski dia tidak tersenyum sedikit pun. Datanglah cahaya silau dari luar, ternyata si big bos manager sedang memantau kurcaci2 seperti kita. Jeglek,... Listrik bersahabat, kita tidak bekerja

Si bos tiba-tiba menawarkan untuk jalan-jalan. Awalnya kami menolak, si dedek dalam perut teman kerjaku sudah ngantuk berat. Namun setelah panasnya kotak beracun itu, kami memutuskan untuk menerima tawaran si bos berburu baju lebaran.

Waktu terasa lebih cepat dari biasanya, rekan kerja dan customer pun nangkring berkali kali dihp jadul bawaan kantor kerja. Perjalanan terasa biasa sebelum sekitar jam 3, lagu dangdut jawa populer menggoyang gerobak abang-abang getuk dengan girangnya. Sontak mataku terbuka dan melemparkan kata "mblo...itu" sambil menunjuk keluar jendela diiringi siliran angin Ac mobil.  "Ciee...!?" ketawanya seolah mengerti isyaratku, kalimat yang terbiasa dia dan rekan lainnya katakan, saya hanya tersenyum itu lucu. Dia orang paling bahagia itulah kalimat yang teringat dari rekan kerja. Seolah mereka sudah kena candu buat bullying padaku atau memang wajahku yang terlihat biasa saja membuat mereka tidak jemu mengoda. Bahagia semudah dan sesederhana itu, ayunan sepeda onthel lama dengan modifikasi gerobak jualan tidak mengugurkan semangatnya. Ayunan demi ayunan untuk sampai puncak ketinggian fly over yang luar biasa. Salut pada semangatnya, sebagian dari kita memilih produktif diacara ngabuburitnya.
Bagaimana dengan kita?

#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day04
#Ngabuburit

No comments:

Post a Comment

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...