Sunday, 22 September 2019

Jika Aku Menjadi


Aku bermimpi

Terik panas mentari tidak menghalangi semangat gadis desa bernama Ima untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Menunggu dosen pembimbing sepertinya hal yang biasa. Sampai titik dimana tugas akhir telah selesai. Terdapat perbincangan antara mereka.

"Kamu lanjutkan buat jurnal ya, saya ikutkan di lomba jurnal kampus A"
"Baik Bapak tetapi seperti apa format yang diinginkan?"
"Ada flashdisk, bisa lihat buku Bapak, apa kamu tidak tertarik?" Sambil menjulurkannya
Aku hanya mengangguk isyarat setuju.

Beberapa minggu kemudian jurnal siap diajukan, menemui dosen pembimbing sudah tidak sesulit dahulu. Jurnal pun dengan sedikit koreksi di terima.

"Bukunya bagaimana?" Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar
"Syzygium cumini ya Bapak, Saya coba"
"Saya biayai nanti, masukkan penelitian Azam juga" Azam adalah mahasiswa yang lebih dahulu meneliti tanaman ini.

Dunia ilmiah berawal dari komunitas dikampus bernama penalaran. Iya kelompok ini berisi rutinitas ilmiah termasuk perlombaan menulis karya ilmiah. Beberapa karya mulai dari Proposal Pekan Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat, Kewirausahaan hingga Gagasan Tertulis lolos diterima.

Dunia fiksi sepertinya lebih mudah didalami. Kenapa? Karena non-fiksi memerlukan referensi dan pengamatan terlebih dahulu. Bahkan dalam waktu satu bulan proposal karya ilmiah baru bisa benar-benar diajukan. Jika aku menjadi seorang non-fiksi yang berjalan pelan dan seorang fiksi yang berjalan lebih pelan. Bukan tidak mungkin jejak fiksi bisa lebih panjang dari non-fiksi sebelumnya.

Buku diatas adalah lanjutan dari gagalnya buku pertama bersama dosen pembimbing. Semoga akan ada lembar selanjutnya untuk melanjutkan. Namaku tidak tertulis dilembar pertama namun tetap ada. Kalimat itulah yang terus menjadi semangat untuk nama pertama adalah namaku. Bukan nama pertamanya namun pelajaran yang dapat diambil dari tiap karya.

#Odopbatch7
#Tantangan2

4 comments:

  1. Pejuang fiksi mana suaranyaa πŸ˜…πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum sehebat imajinasi Kak Fathin πŸ˜€πŸ˜…

      Delete
  2. Semangat menulis Kak. hehe.
    Salam dari saya Ibrahim Dutinov dari Geng Sapporo ya..
    kalau boleh, saya mau sampaikan beberapa koreksi untuk postingan Kakak ya.
    Insya Allah bukan karena saya merasa sudah hebat dengan tulisan saya, tapi semata-mata sebagai sarana kita sama-sama belajar ya Kak…

    1.Dimana atau di mana?
    2.Mau disini aja atau mau di sini aja?
    3.Di terima atau diterima? “Jurnal pun dengan sedikit koreksi di terima”

    Semangat pejuang Fiksi . hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih telah berkunjung, salam kembali dari Grup Vallenta, sya sangat senang sekali telah berkenan memberikan koreksi, saya menunggu komentar semacam iniπŸ™

      Delete

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...