Aku terpaku pada sebuah kata nisan
Kala dunia menghimpit dengan problema kehidupan
Lidah ingin marah dan lelah
Terguyur derasnya tertawaan
Kala pecut maut memanggil
Tubuhku tersungkur
Akankah aku mundur
Hawa panas terus menghibur
Kala tarikan tepat diujung jemari
Makian bukan
Tertawaan apalagi
Hanya nafas terhempas
Mendingin dan kaku terbujur
Sudah bersiapkah
Sudah cukupkah
Sudah apa?
Sepotong kain putih
Bukan!
Sepotong amal yang tertatih
Menunggu taat semua pergi
Thursday, 10 October 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Serabut Mimpi
Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...
-
"Diam" Ruang persegi panjang menyudut beraturan Diam Jam berdenting akhir perjalanan Diam Kursi goyang kian menoleh ringan ...
-
Selengkapnya : https://bit.ly/37fJ6Fg Unsur intrinsik Tema Kebahagiaan tidak bisa terbeli dengan uang. Tokoh atau Penokohan Aku ...
-
Move on kata yang bikin parno dikalangan remaja dan pastinya identik dengan cinta. Romansa cinta, indah layaknya senja namun keindahannya ...
Mengingatkan akan kematian, pesan yang bagus Sri👍
ReplyDeletejiwa yang melihat kuburnya sendiri?
ReplyDeleteKurang lebih seperti itu
DeleteAku tdk bisa mundur ketika maut memanggil
ReplyDeleteHehe
Deletekematian lagi mengingatkanku akan amal baik
ReplyDeleteAyo berlomba-lomba
DeleteSudah apa ku siapkan? :')
ReplyDeleteHayoo apa
DeleteJadi membayangkan mati nih aku.. Duh, duh belum siap
ReplyDeleteAyo sama" menyiapkan diri
Delete