Angin kencang menampar
Selembar plastik terdampar
Menari-nari bersama air
Menghancurkan kemegahan
Tangan-tangan jahil tidak peduli
Dia melenggang butuh pertolongan
Merusak tanah, air dan lingkungan
Organik anorganik dapat didaur ulang
berjuta tahun mikroba menghancurkan
Haruskah angin yang mengantarkan
Alam indah cukup mudah
Masihkah tidak perduli
Biarkan plastik bersemayam
air menari-nari tenang tanpa ombak berdiri
Suara burung berkicau sunyi
Redam fikiran dan emosi
Niceπ
ReplyDeleteJgn dipuji Kak puisinya masih jauh dari bagus
Deletepuisi tentang sampah plastik ya ?
ReplyDeleteRencananya
DeleteKwerennn
ReplyDeleteMasih belajar juga jgn dipuji mulu ach
DeleteHwoooo prokprokprok π
ReplyDeleteMau jadi apa prokprok haha
DeletePuisi yang menampar yah, marilah jadi tangan-tangan mungil yang peduli. Heheee
ReplyDeleteHehe π
Delete