Merah dan hitam di dinding putih
Merah ku menunggumu
Hitam terkadang ku benci padamu
Dasarmu selalu putih dan bersih
Menunjukkan waktu yang terus berlalu
Kulingkari satu angka
Angka kau dan aku disatukan Tuhan
Dengan ikrar suci-Nya
Ku harap kau tidak lupa
Menyemai benih-benih cinta
Kesepakatan awal bersama
Bukan sajak rindu
Panah itu bukan mauku
Bukan pula maumu
Hanya Tuhan telah menyeru
Kau dan aku takdir yang tidak ku tahu
Percayalah aku menyayangimu
Cinta yg tertinggal kah?
ReplyDeleteTertanggal haha
DeleteIni menghitung hari menuju pernikahan bukan ya Kak?
ReplyDeleteKurang lebih begitu
DeleteDua kali baca, tapi belum paham maksudnya.. hehe..
ReplyDeleteHaha
DeleteApa ini untuk meyakinkan pasangan?
ReplyDeleteMungkin
Delete