Friday, 25 October 2019

Hanya tulang belulang kayu batangan
Terdampar ditengah-tengah kota perantauan
Tanah tandus kian gersang
Terbawa angin perjalanan

Seperti dongeng dalam kehidupan
Itulah nama tersohor dijalanan
Pilihan tempat perkumpulan
Seolah dunia mampu tergenggam

nyata jalan menikung tajam
Seukuran pelipis
Mengemban tugas dunia
Bercerita kisahnya

Pulas ku usap cendela mata
Membekas jelaga
Berteman uap senja
Mimpi nyata

Angin, hantarkan rinduku padanya
Pada tanah kelahiran
Tanah perjuangan
Tanah perantauan

No comments:

Post a Comment

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...