Sunday, 13 October 2019

Pohon Waktu


Goresan tinta ini cukup mewakili diriku
Kesan yang tidak berkesan
Ataukah Pesan yang beralasan
Tidak perlu seribu
Cukup satu karena aku
Bukan kebencian akan waktu
Penyesalan akan kamu
Deraian harap tidak berujung satu
Bukan tentang teori perkodeanmu
Bukan pula logaritma yang kau ucapkan padaku
Bukan tentang rindu yang memudar pilu
Bukan pada nada sendu
Kau hanya perlu tau
Ketika angin mematahkan ranting dahanku
Aku terluka, sakit bahkan tidak tahu
Kamu mungkin sama
Bahkan bisa sebaliknya
Namun, tunas baru akan tumbuh lebih rimbun dari kamu
Akankah ku salahkan angin
Dia hanya perantara lukaku

4 comments:

  1. Hwaah keren,.. jangan salah kan angin dong kak.. Huhu. Karena Ranting dan dahan yg patah takkan pernah membenci angin

    ReplyDelete
  2. sudut pandang pohon ya. andai pohon bisa ngomong mungkin kurang lebih kayak gini.

    ReplyDelete

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...