Titik pudar memudar
Pupil mengecil
Menutup retina
Menghilangkan jejak kerinduan
Hitam gelap pekat
Secercah cahaya
Menampakkan titik kerinduan
Membesarkan pupil
Bayangan terlihat nyata
Sosok tinggi menjulang
Tersenyum
Melambai
Katakan
Duduklah
Beristirahat tanpa tapi
Bersandar tanpa nanti
Merindukan cahaya illahi
Katakan
Membaca fikiran
Bukan aku Tuhan
Saturday, 19 October 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Serabut Mimpi
Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...
-
"Diam" Ruang persegi panjang menyudut beraturan Diam Jam berdenting akhir perjalanan Diam Kursi goyang kian menoleh ringan ...
-
Selengkapnya : https://bit.ly/37fJ6Fg Unsur intrinsik Tema Kebahagiaan tidak bisa terbeli dengan uang. Tokoh atau Penokohan Aku ...
-
Move on kata yang bikin parno dikalangan remaja dan pastinya identik dengan cinta. Romansa cinta, indah layaknya senja namun keindahannya ...
Baca berulang kali aku blm ngerti
ReplyDeleteBaca lagi" haha
DeleteIya nih, aku juga ga paham. Hanya ada kengerian saat membaca "sosok tinggi menjulang, tersenyum, melambai"
ReplyDeleteSoalnya, aku penakut.. Hehe...
Pasti mikir yang tidak"
DeleteQ bingung kak....
ReplyDeleteSini tak pegang
DeleteApakah ini ttg rindu yg terus membayangi dan mengejar-ngejar kita? Wkwk. Maap kalo salah .
ReplyDeleteBisa jadi haha
DeleteKok bacanya agak horor ya ...kubaca berulang masih belum dapat juga makna tersiratnya...
ReplyDeleteHahaha
DeleteAku bingung maksud isinya gimana, maaf ya
ReplyDeleteHaha gpp memang sengaja dibuat seperti itu
Deleteapakah ini puisi tentang bertemu Tuhan?
ReplyDeleteImajinasinya 👍
Delete