Saturday, 19 October 2019

Rindu Kirana

Titik pudar memudar
Pupil mengecil
Menutup retina
Menghilangkan jejak kerinduan

Hitam gelap pekat
Secercah cahaya
Menampakkan titik kerinduan
Membesarkan pupil

Bayangan terlihat nyata
Sosok tinggi menjulang
Tersenyum
Melambai

Katakan
Duduklah
Beristirahat tanpa tapi
Bersandar tanpa nanti

Merindukan cahaya illahi
Katakan
Membaca fikiran
Bukan aku Tuhan

14 comments:

  1. Baca berulang kali aku blm ngerti

    ReplyDelete
  2. Iya nih, aku juga ga paham. Hanya ada kengerian saat membaca "sosok tinggi menjulang, tersenyum, melambai"

    Soalnya, aku penakut.. Hehe...

    ReplyDelete
  3. Apakah ini ttg rindu yg terus membayangi dan mengejar-ngejar kita? Wkwk. Maap kalo salah .

    ReplyDelete
  4. Kok bacanya agak horor ya ...kubaca berulang masih belum dapat juga makna tersiratnya...

    ReplyDelete
  5. Aku bingung maksud isinya gimana, maaf ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha gpp memang sengaja dibuat seperti itu

      Delete
  6. apakah ini puisi tentang bertemu Tuhan?

    ReplyDelete

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...