Sunday, 6 October 2019

Sangkuriang : Jawa Barat (Part 2)

Part 1 https://bit.ly/2ImEEdh

Lanjutan

Sangkuriang keluar rumah dan lari menjauh meski dengan luka dijidatnya. Aku terbawa amarah dan membiarkannya. Keesokan harinya, Sangkuriang tidak juga pulang. Aku menunggunya, bagaimanapun dia anakku. Dia juga tidak tahu kalau Tumang adalah ayahnya. Bukan sepenuhnya kesalahannya. Dengan penuh rasa bersalah aku meninggalkan gubuk tempat tinggalku. Aku berjalan sampai kaki lelah dan terhenti pada Goa. Aku tinggal dan bersemedi di dalam Goa. Dewa menganugerahkan kesaktian untuk ku yakni awet muda. Aku menjadi gadis selamanya.
 Gb.Sangkuriang dan Dayang Sumbi
Google
Suatu ketika aku sedang memetik buah dihutan, tanpa sengaja seorang pemuda mendekati ku.
"Biarkan aku membantumu Nona"
Aku mengangguk dan tersenyum padanya. Dia lelaki yang tampan, baik pula. Seiring berjalannya waktu aku jatuh hati padanya. Ternyata dia merasakan hal yang sama.
"Sumbi, apakah kau mau menikah dengan ku?"
Aku tidak langsung menjawabnya. Gengsi, aku kan perempuan harus menguji dulu keseriusannya.
"Beri aku waktu"
Akupun lantas pergi meninggalkannya. Seperti biasa aku memetik buah, pemuda ini selalu datang.
"Sumbi bisakah kau kenakan ikat kepalaku"
Ikat kepala Sangkuriang kurang pas, aku membantunya dan menemukan bekas luka.
"Sangkuriang"
"Anakku" bisikku dalam hati
"Sumbi kau tau nama asliku?"
Sangkuriang terkejut
"Nak maafkan Ibu, aku Ibumu, aku tidak bisa menikah dengan mu"
Sangkuriang lebih terkejut, mukanya memerah muram dia marah.
"Jangan jadikan alasan lukaku ini Sumbi, aku tidak percaya kau Ibuku!"
Dia terus memaksaku, dia tahu aku memang tertarik padanya.
"Baiklah aku akan menikah dengan mu tetapi dengan dua syarat"
"Apa itu?!"
"Buatkan aku danau dan kapal besar dalam waktu satu malam" dengan keyakinan putraku tidak mungkin sanggup memenuhinya.
"Baiklah"
Malam harinya aku lihat Sangkuriang tengah memanggil bala tentara jin atau Guriang untuk membantunya. Aku tidak menyangka benar-benar tidak kuduga putraku hampir menyelesaikannya. Rupanya dia telah menjadi lelaki perkasa. Aku mulai khawatir.
"Sang Hyang Tunggal bantulah aku, aku tidak mungkin menikah dengan putraku" terus memohon hingga aku teringat akan kain tenunan ku. Kujejer dia, sorot merah tanda pagi terpancar dari sana.
"Cukurukuk..." Ayam-ayam berkokok bersautan
"Apa ini kenapa sudah pagi" teriak dan kebingungan Sangkuriang. Guriang menghilang meninggalkan danau dan kapal besar yang hampir jadi. Merasa kecewa Sangkuriang mencari penyebabnya. Dia tahu kalau itu ulahku. Aku berlari ketakutan. Tanpa sengaja marahnya membuka penutup danau dan menendang kapal besar. Begitu kuatnya Sangkuriang, kapal sampai  telungkup dan menutupiku. Sangkuriang tersadar Ibu yang disayanginya terjebak. Dia meraung sekuat tenaga, mendengkur dan meratapi perbuatannya. Sangkuriang berusaha menyelamatkanku namun terlambat. Dia pun terhanyut oleh air danau yang tumpah. Akhirnya menjadi Sungai Citarum dan Gunung Tangkuban Perahu.

Cerita menggunakan Pov Dayang Sumbi dan ending telah diganti oleh penulis untuk memenuhi tantangan pekan 4 ODOP Batch 7.
#Tantangan 4
#Odop Batch 7

14 comments:

  1. nice ka,, hehe yang di remake adalah akhirnya ya...

    ReplyDelete
  2. Wow, bitter ending Hehehe, good

    ReplyDelete
  3. setelah baca bagian 1, dan sekarang bagian 2, juga sudah selesai dibaca, aku masih bingung ini lucu atau sedih. rasanya campur aduk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Galau ya rasanya? Sama seperti penulisnya galau mau dibawa kemana tulisannya haha

      Delete
  4. Oooow... Kasian banget Dayang Sumbinya😭

    ReplyDelete
  5. Aku mau komen, trus baca komennya kak Dwi, auto ngakak πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Fathin ini kompak an sama Kak Dwi aja, ayo" dikrisan, galaukah ceritanya? Haha

      Delete
  6. Huhuhu... Udah kaya lagu, 'mau dibawa kemana hubungan kitaa... '

    ReplyDelete

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...