![]() |
| Akep.id |
Aku pernah bermain dikala senja
Memainkan bola dengan lihainya
Hingga malam merenggutnya
Aku menangis tersedu
Hingga malam merenggutnya
Aku menangis tersedu
Bukan bola yang menghilang
Namun gelapnya malam yang mencekam
Menghanguskan mimpi dalam jemari
Menyisakan pedihnya sayatan hati
Namun gelapnya malam yang mencekam
Menghanguskan mimpi dalam jemari
Menyisakan pedihnya sayatan hati
Kau menghilang bersama gelapnya malam
Aku terpaku pada sajak terakhir yang terucapkan
Deretan linang berliang tiada mampu ku hentikan
Bola yang ku punya harus ku relakan
Aku terpaku pada sajak terakhir yang terucapkan
Deretan linang berliang tiada mampu ku hentikan
Bola yang ku punya harus ku relakan
Malam panjang mengurungku dalam rengkuh kesendirian
Hingga sinar fajar menyapa layaknya peri pujangga
Menorehkan senyum untuk pertama kalinya
Naluri berkata "aku takutkan malam adalah dia untuk kedua kalinya"
Hingga sinar fajar menyapa layaknya peri pujangga
Menorehkan senyum untuk pertama kalinya
Naluri berkata "aku takutkan malam adalah dia untuk kedua kalinya"
Akep_27 12 2019

No comments:
Post a Comment