Saturday, 1 June 2019

Dear Calon Imam



Sesekali ku buka buku lama yang bertuliskan kisah demi lembar cerita hidup. "Ini adalah terakhir tetesan kesedihanku", gumamku dalam hati. Membacanya perlembar membuat ku melebarkan pipi seketika. Iya kisah yang dulu menguras air mata sekarang mampu ku tertawakan begitu saja.

Terdapat bagian tebal dibelakang lembar kesekian. Ku temukan dua amplop satu pink dan satu kuning. Amplop kuning ini hasil rampokan ku pada kakak sepupu berapa tahun lalu. Iya warna dan gambar serta isi rupiah yang sangat tegak bak rambut selesai rebonding, lebih indah kalau ku simpan, mengingat itu terakhir ku dapat. Perjuangannya luar biasa untuk amplop terakhir mesti dibully, digoda adek-adek bahkan sampai merengek jadi anak kecil karena udah gede masih minta amplop lebaran. Sebenarnya bukan itu, melihat adek dan yang lainnya tertawa karena tingkahku lebih membahagiakan bukan. Sekarang aku yang bingung mencari penukar dolar tegak untuk sanak saudara.

Setelah puas mengenang beberapa masa, kembali ke amplop pink. Beberapa tahun lalu aku menulisnya, tertulis "Dear Calon Imam" sekali lagi semua membuat ku ingin tertawa. Iya pesan itu sengaja kutulis untuk dia pemenang, penenang dan pelengkap hidupku. "Nak... Sholat ashar" ku tutup buku kecil itu secepat kilat, bahaya jika emak melihatnya bisa ditertawakan kebiasaan konyol ku ini.

#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day27

No comments:

Post a Comment

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...