Monday, 3 June 2019
Bukan budaya kan?
Agenda tahunan atau sudah menjadi adat dan kebiasaan atau entah apalah namanya bahkan aku tidak bisa menamakan. Iya petasan, hal yang dulu aku anggap sesuatu yang tidak penting dan tidak diperlukan. Mengapa? Yang pasti aku takut kalau dekat-dekat memegang api yang tidak beraturan bahkan tidak segan-segan akan memangsa.
Ramdhan kali ini bukan sautan sahur atau kumandang lantunan ayat suci bahkan adzan serasa berkurang dari biasanya. Pagi sahur yang membangunkan petasan, setiap perayaan petasan. Bahkan tidak jarang orang tua yang sengaja membeli petasan untuk putra-putrinya.
Apakah sepuluh tahun mendatang budaya ini akan berlanjut dan menjadi sebuah sejarah turun temurun? Entahlah. Diantara mereka bisa jadi ada yang sadar akan bahaya dari petasan. Mengingat beberapa tahun terakhir dimana petasan merenggut nyawa, petasan membuat luka. Baiklah jika masih ingin bersama petasan, silahkan, mungkin tanpa petasan tahun baru terasa kurang lengkap tetapi jaga diri kalian baik-baik terutama putra-putri penerus bangsa awasi mereka sebelum petasan yang mengawasinya.
#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day28
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Serabut Mimpi
Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...
-
"Diam" Ruang persegi panjang menyudut beraturan Diam Jam berdenting akhir perjalanan Diam Kursi goyang kian menoleh ringan ...
-
Selengkapnya : https://bit.ly/37fJ6Fg Unsur intrinsik Tema Kebahagiaan tidak bisa terbeli dengan uang. Tokoh atau Penokohan Aku ...
-
Move on kata yang bikin parno dikalangan remaja dan pastinya identik dengan cinta. Romansa cinta, indah layaknya senja namun keindahannya ...
No comments:
Post a Comment