Saturday, 18 May 2019

Jalan Bercelah


Secercah Gundah

Toga itu kini mengantarkan bekerja kedunia manufaktur. Karir menjulang, tidak luput dengan cinta yang tertemukan. Toga biru khas universitas ternama dikota tahu telah didapat Iis.  Gadis putih berwajah oriental terlihat cantik dengan balutan kain hitam. bergandengan diiringi kedua orang tua dan adiknya, menyaksikan penyematan benang hitam kearah kanan kain tutup kepala. Rektor universitas berjabat tangan untuk pertama dan terakhir. Buyar sudah ulasan berapa bulan yang lalu, Iis terkaget  akan suara lelaki. Jarinya menari-nari dengan lincahnya di papan kotak hitam berangka dan huruf terhenti.

"Mbk ini datanya, info admin saya ada yang kurang"
"Iya, taruh situ" sambil menunjuk meja sampingnya
"Permisi Mbk, Terimakasih"
"Iya"
Lelaki itu terus memandang si gadis dari kejauhan. Rasa penasaran timbul,  Edi membuntuti Iis saat pulang kerja.
***
Dua bulan berlalu, Edi dan Iis resmi sebagai pacar (bahasa anak muda). Jam kerja Iis terlampau malam karena deadline laporan tahunan. Edi menunggunya didepan ruang yang disebut kantor. Niatnya menikahi Iis sudah bulat, sedikit nekat Edi mengantarkan Iis pulang.

Semua masih baik-baik saja, sebelum Ibu Iis melarang hubungan cinta mereka. 
~bersambung~

#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day12
#Cinta

No comments:

Post a Comment

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...