Terasa cepat bila nikmat
Terasa berabad bila terjerat
Melupa sampai lupa
Bergerak dan tidak lelah
Biasa dan selalu berakhir luka
Ingat tetapi terlambat
Beberapa beruntung namun tidak dapat dihitung
Pagi menjadi siang, siang menjadi malam
Spora beterbangan menuju inangnya
Bersama angin kehidupan fana
Tumbuhlah fungi bersahaja
Beberapa diantaranya berebut sampai maut
Sekarang dia kuncup
Esok dia bermekaran sempurna
Lusa tinggal nama
Selain beruntung tuannya
Tidak lama namun dianggap biasa
Cepat menghilang dan tidak akan datang
Hanya sekali sampai mati
Tetap namun sedikit yang terpikat
Jikan_Akep, 20 Sep 2019

uuuhhh puisi bertemakam jamur mantap bener
ReplyDeleteMasih belajar 🙏
DeleteJamur dalam puisi, mantaap
ReplyDeleteMasih tahap belajar 🙏
DeleteHwaaa MaasyaAllah.. Mantap2 ku sukaa
ReplyDelete🙏 semoga bisa lebih baik
DeleteKalau seniman sejati gini yaa, apapun bisa jadi bahan tulisan.. keren, Kak 👏👍
ReplyDeleteMasih belajar Kak 🙏
DeleteMuadepp
ReplyDeleteMadep nang ndi kak? 😅
DeleteFungi bersahaja...ah bisa aja bikin puisinya...👏👏
ReplyDeletewah jamurnya jadi puisi hehe
ReplyDeleteIseng haha
DeletePuisinya mantul, Kak . Jadi pengen makan jamur krispi 😚😚😚
ReplyDeleteBoleh tuh jamur krispi nya
Delete