Wednesday, 30 October 2019


Merah dan hitam di dinding putih
Merah ku menunggumu
Hitam terkadang ku benci padamu
Dasarmu selalu putih dan bersih

Menunjukkan waktu yang terus berlalu
Kulingkari satu angka
Angka kau dan aku disatukan Tuhan
Dengan ikrar suci-Nya

Ku harap kau tidak lupa
Menyemai benih-benih cinta
Kesepakatan awal bersama

Bukan sajak rindu
Panah itu bukan mauku
Bukan pula maumu

Hanya Tuhan telah menyeru
Kau dan aku takdir yang tidak ku tahu
Percayalah aku menyayangimu

8 comments:

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...