Sunday, 29 September 2019
Aku patah diujung senja
Malam suram semerbak wangi
Kau pergi dengan sejuta mimpi imajinasi
Tangisku menjadi
Manusia setengah dewa yang kupuja
Bagai domba bertaring serigala
Membidik manja menoreh luka
menusuk jantung dan merobeknya
Ragaku layu tak bertamu
Membayangkan sejuta presisi yang tak tertemu
Ruang mimbar lebar tidak lebih dari kecilnya burung sangkar
Akankah kau insan yang ku kejar
Putaran galaksi Bimasakti searah rotasi bumi
Aku kira nafas akan terhenti
Ternyata salah, genggaman tangan-Mu
Tamparan cinta-Mu Maha Suci
Dekap aku peluk aku disepertiga malam-Mu
Mampukan melewati pusaran topan tak berbahan
Sementara rotasi bumi tiada henti dan tak kusadari
Memecahkan cerebelum dengan sejuta presisi
(Mencari Judul)
Anak Kos Dodol Tamat : Review Buku
![]() |
| Akep.id |
Judul : Anak Kos Dodol Tamat
Nama Penulis : Dewi "Dedew" Rieka
Tempat : Yogyakarta, 2011 cetakan ke 9, 2014
Penerbit : Gradien Mediatama
Jumlah Halaman : 304hlm
ISBN 978-602-208-000-8
Anak kos dodol, sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan kehidupan anak kos. Covernya yang menarik, jenis kertas yang terbilang baik serta timbul memberikan kesan elegan dan mahal. Saya menebak isinya akan berwarna seberwarna covernya, ternyata tidak, isinya gambar hitam putih yang memberikan kesan klasik. Isi cerita dengan gaya bahasa yang renyah dan ringan sangat mudah untuk dipahami. Bahkan pesan dan kesan yang ditampilkan oleh penulis, dari pembaca buku edisi sebelumnya, menunjukkan gaya bahasa non formal. Kebanyakan pembaca menyayangkan edisi buku ini menjadi yang terakhir alias tamat.
Pertama melihat judulnya, termenung akan dodol sebagai pertanyaan. Dodol itu makanan, jualan atau kebodohan. Nah, cerita non-fiksi komedi bergaya tulisan anak remaja ini, mampu mengingatkan saya akan kejadian yang bisa jadi dirasakan semua mahasiswa kosan. Mulai dari bagaimana cinta monyet, suka duka anak kos, derita anak kos, tingkah konyol, lucunya sampai perjuangannya diperantauan. Apalagi untuk anak muda serasa curhat bersolusi. Untuk yang sudah berkeluarga kisah ini bisa mewakili kerinduan akan dunia kuliah dan kosan. Bagi pekerja seperti saya, membaca buku ini seperti refreshing.
Salah satu judul menarik perhatian saya yaitu pernikahan dini. Padahal sudah hampir lulus kuliah, seharusnya bukan dini lagi ya. Namun hal ini yang menarik, menceritakan betapa irinya teman-teman kos dan betapa hebohnya mereka dengan pernikahan rekan satu kos. Ditambah cewek kalau sudah kena acara begini pasti bedaknya tujuh lapis tidak karuan. Haha. Penulis buku ini sekaligus tokoh utama, terkesan tidak pandai dandan, cuek dan tomboy menceritakan bagaimana perjuangan bisa menjadi cewek feminim, gadis muslimah. Berasa baca kisah sendiri. Haha
Buku ini sepertinya sudah terbit berkali-kali namun saya yang jarang nangkring ditoko buku, baru tahu kalau ada buku seperti ini dan diedisi terakhirnya. Harganya saya tidak tahu, iya, buku ini adalah kado ulang tahun dari sahabat. Tidak lucukan bila harganya masih tertempel sempurna.
Sudah tiga kali buku ini saya baca dan tidak bosan. Selain bahasa yang ringan, saya adalah pecinta cerpen ber-genre komedi. Buku ini buat senyum-senyum sendiri deh.
Sudah tiga kali buku ini saya baca dan tidak bosan. Selain bahasa yang ringan, saya adalah pecinta cerpen ber-genre komedi. Buku ini buat senyum-senyum sendiri deh.
Buku ini terlihat nyatanya, rekomendasi buat kalian yang suka cerita komedi. Bukan melebih-lebihkan, meski gambarnya tidak berwarna, kisah anak kos ini secara keseluruhan menarik. Selain lucu buku ini memiliki banyak pelajaran seperti kisah si penulis yang tomboy sampai menjadi gadis muslimah dan masih banyak lagi.
Friday, 27 September 2019
Boneka Kesayangan
Tantenya sedang sibuk mengambil kotak makan dari centelan motor. Melihat Alif terus merengek, Tante menggendongnya.
Alif terus merengek menunjuk-nunjuk kamar Tantenya. Tante Alif berjalan ke arah kamar dan melepaskan tas kerjanya. Alif minta turun dan menunjuk-nunjuk boneka hewan diatas tempat tidur Tantenya.
Tante yang baik memberikan boneka pada Alif. Bonekanya dicium, dipeluk oleh Alif kemudian Tantenya berkata.
"Cium Tante" Pipi Tante mendekat ke Alif
Alif mencium Tantenya disertai dengan sisa-sisa makanan diwajah Alif.
"Alif...!" Kata Ibu Alif
"Itu Alif dicari Ibu"
"Ha....ha..." Jawab Alif yang belum banyak bisa berkata. Alif keluar dari kamar Tantenya dengan membawa boneka. Ibu Alif menggendong Alif.
"Pulang ya, Bonekanya kembalikan ya" Ibu Alif berjalan ke kamar Tantenya.
"Daaa....daaa... Tante, Cium jauh, cium jauh." Bujuk Ibu Alif pada anaknya. Tantenya melambaikan tangan.
Pagi-pagi sekali Alif kerumah Tantenya. Rumah Tante Alif disamping rumah Alif.
"Aliffff ...." Sapa Neneknya (Ibu Tante Alif)
Alif langsung kekamar Tantenya yang masih tertutup. Mendengar langkah Alif, Tante membuka pintu. Alif yang berjalan kearah pulang kembali lagi kekamar Tantenya dan minta boneka hewan.
#CeritaAnak
#Odopbatch7
Virus Cinta RNA
Memerah luka terbalut indah berdahak cinta
Mengeluarkan sebongkah lendir pereda
Gelegar nyaring menyapa tanpa basa-basi kata
Virus RNA menyerang raga berpagar asmara
Nafas sesak menjelma mengendap seakan mati seketika
Nebulizer mengumbar janji setia
Helai demi helai terinfeksi virusnya
Virus RNA menjelma berbentuk cinta
Sepekan,dua pekan hingga tiga pekan menjalar sempurna
Nebulizer seolah ikhlas menyembuhkannya
Tidak dengan luka!
Luka kain menyapu dengan goresan cinta
Bodohnya!?
Aku percaya!
Diam,virus menjalar kematian ada didepan mata
Nebulizer ditarik kencang tanpa daya
Luka kain membeludak merah menjadi rebuk duka
Sepekan berlalu rebuk mengeringkannya
Tidak perlu kau taburi garam perasa duka
Percuma!
Akep, 27 September 2019
Wednesday, 25 September 2019
Kotak Merah
"Selamat ya kamu selalu dibangga-banggakan" ucap ketus sambil memalingkan muka masuk plastik demi plastik dan pergi bersamanya.
Si kotak diam, melihat tamparan halus kenyataan.
"Kenapa kamu diam" tanya lainnya
Pagi itu seorang wanita bersama suaminya ditengah ladang. Mereka sengaja pergi dipagi buta sebelum anak perempuannya terbangun. Berbekal lampu senter satu persatu cabai merah diambilnya. Tidak terasa Si Merah memenuhi tas pasar yang dibawa.
"Hi..."
"Hi... Sudah sering diajak kesini ya?"
"Iya, enak ya kamu digendong kemana-mana, beda aku dinaikin kemana-mana" Sahut Brum-brum
Si merah tersenyum merekah, melihat dirinya seberuntung itu.
Tidak lama terdengar suara rame riuh.
"Aku mau dibawa kemana, apa aku tidak disimpan untuk kebutuhan sehari-harinya?" Tanya Si Merah pada Brum-brum
"Tidak, dia biasa membawa teman-temanmu ke tempat ini, akan banyak yang mengadopsi mu" Sambil terus melaju Brum-brum menjelaskan
"Adopsi, bagaimana mereka memperlakukan ku nanti" tanyanya dalam hati
Beberapa saat Si Merah dituang dalam wadah besar dan berkumpul bersama sejenisnya. Saling melirik satu sama lain. Mereka bercengkrama dengan sesamanya sambil menunggu penuh satu kantong.
Setibanya di pasar kota, Si Merah bertemu dengan beberapa kawannya, seperti bawang merah, sayur mayur dan masih banyak lainnya. Tiba-tiba terdengar suara lagu jawa kian merdu.
"Siapa ini?" Sambil mencari kearah suara
"Aku, dibelakang mu" dibalik kain tipis berselimut itu Si Kotak
"Suaramu bagus seperti manusia, pasti kamu sangat disayang sampai disimpan seperti itu"
"Iya dong, aku mahal lho makanya mereka benar-benar menyimpanku, demi aku mereka mau kehilangan mu" Semakin meninggi suaranya
"Oh...Apa kamu bisa mengeluarkan zat kapsaisin yang mampu membuat manusia meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan berat badan, mengatasi diabetes dan masih banyak lagi"
"Tidak, tetapi mereka senang dengan ku, aku punya game, mereka juga bangga dengan semakin mahalnya diriku" semakin sombongnya Si Kotak
"Aneh, kalau aku dan teman-teman ku semakin mahal mereka demo kesana kemari, giliran kamu malah berbangga diri"
Tuesday, 24 September 2019
Kau (bukan) Shinichi Kudo
Pecah luluh lantah
Senyum itu menjadi gundah
Saat tangan tak lagi mendekat
Mata terpejam dan pekat
Bagai batu membelai selembut air
Ketika Gravitasi berbicara
Sekali terjatuh
Sekali terjatuh
Tunggu esok aku datang
Kedua kali terjatuh
Esok kan lupa
Ketiga kali terjatuh
Tidak akan lama
Setelah seribu kali jatuh
Wajahmu nampak berbeda
Senja menghilang ditelan malam
Fajar tersenyum riang
Terulang dan berulang
Berulang ulang
Untuk kesekian milyar terjatuh
Kesakitan namun Kau terkalahkan
***
Sunday, 22 September 2019
Jika Aku Menjadi
Aku bermimpi
Terik panas mentari tidak menghalangi semangat gadis desa bernama Ima untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Menunggu dosen pembimbing sepertinya hal yang biasa. Sampai titik dimana tugas akhir telah selesai. Terdapat perbincangan antara mereka.
"Kamu lanjutkan buat jurnal ya, saya ikutkan di lomba jurnal kampus A"
"Baik Bapak tetapi seperti apa format yang diinginkan?"
"Ada flashdisk, bisa lihat buku Bapak, apa kamu tidak tertarik?" Sambil menjulurkannya
Aku hanya mengangguk isyarat setuju.
Beberapa minggu kemudian jurnal siap diajukan, menemui dosen pembimbing sudah tidak sesulit dahulu. Jurnal pun dengan sedikit koreksi di terima.
"Bukunya bagaimana?" Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar
"Syzygium cumini ya Bapak, Saya coba"
"Saya biayai nanti, masukkan penelitian Azam juga" Azam adalah mahasiswa yang lebih dahulu meneliti tanaman ini.
Dunia ilmiah berawal dari komunitas dikampus bernama penalaran. Iya kelompok ini berisi rutinitas ilmiah termasuk perlombaan menulis karya ilmiah. Beberapa karya mulai dari Proposal Pekan Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat, Kewirausahaan hingga Gagasan Tertulis lolos diterima.
Dunia fiksi sepertinya lebih mudah didalami. Kenapa? Karena non-fiksi memerlukan referensi dan pengamatan terlebih dahulu. Bahkan dalam waktu satu bulan proposal karya ilmiah baru bisa benar-benar diajukan. Jika aku menjadi seorang non-fiksi yang berjalan pelan dan seorang fiksi yang berjalan lebih pelan. Bukan tidak mungkin jejak fiksi bisa lebih panjang dari non-fiksi sebelumnya.
Buku diatas adalah lanjutan dari gagalnya buku pertama bersama dosen pembimbing. Semoga akan ada lembar selanjutnya untuk melanjutkan. Namaku tidak tertulis dilembar pertama namun tetap ada. Kalimat itulah yang terus menjadi semangat untuk nama pertama adalah namaku. Bukan nama pertamanya namun pelajaran yang dapat diambil dari tiap karya.
#Odopbatch7
#Tantangan2
Siapa Aku?
Tercabik-cabik hingga tak ada
Kejam tanpa kata
Hancur semua
Rotasi atau evolusi?
Teori membuat sempurna tingkahnya
Gaya listrik mendukung sempurna
Baja dan besi menjadi pelengkapnya
Sungguh kekejamanmu
Tiada kata kasih
Setelah dikuliti
Hidup-hidup kau tercabik-cabik
Dengan tawa keras tidak terampuni
Semakin kau hancur suaranya kian menggelegar
Evolusi yang sempurna
Rasa yang berbeda dari sebelumnya
Puaskah?
Menerima dengan senyuman
Robekan memberikan kekuatan
Robekan menguatkan
Menyembuhkan sebagian insan
Siapa aku???
Apa kau?
22 Sep 2019
Kejam tanpa kata
Hancur semua
Rotasi atau evolusi?
Teori membuat sempurna tingkahnya
Gaya listrik mendukung sempurna
Baja dan besi menjadi pelengkapnya
Sungguh kekejamanmu
Tiada kata kasih
Setelah dikuliti
Hidup-hidup kau tercabik-cabik
Dengan tawa keras tidak terampuni
Semakin kau hancur suaranya kian menggelegar
Evolusi yang sempurna
Rasa yang berbeda dari sebelumnya
Puaskah?
Menerima dengan senyuman
Robekan memberikan kekuatan
Robekan menguatkan
Menyembuhkan sebagian insan
Siapa aku???
Apa kau?
22 Sep 2019
Saturday, 21 September 2019
H-A-K-I-N-E-M BACA TERBALIK
Membahas tentang pernikahan sepertinya tidak pernah habis ya. Kalau sudah merujuk ke hal yang satu ini terasa sakral. Apalagi tidak jauh dengan namanya cinta.
Telah disahkannya revisi UU Perkawinan yang beriringan dengan pengesahan perubahan UU KPK. Tidak se-viral UU KPK yang bahkan sampai detik ini masih banyak pendapat yang diungkapkan. Sekali lagi pendapat adalah hak setiap manusia namun jangan sampai saling memecah sesama.
Kembali pada Revisi UU Perkawinan dimana usia minimal pernikahan untuk laki-laki ataupun perempuan adalah 19 tahun. Pada UU sebelumnya untuk perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Hal ini dirasa wajar, mengingat parempuan adalah tempat belajar pertama bagi anaknya nanti, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat pernikahan dini.
Menikah selalu identik dengan cinta, lalu lebih baik menikah dengan orang yang dicintai atau mencintai orang yang kita nikahi. Sedikit ribet ya? Coba dibaca sekali lagi. Kalimat ini terdapat pada Umma apk yang beberapa hari lalu saya bahas. Baiklah ini adalah opini yang terjadi :
A. Menikah dengan orang yang dicintai
Bahagia ya bisa menikah dengan orang yang dicintai. Apalagi selain sudah merasa cocok, tentu sudah mengerti sifat satu sama lain. Namun jangan tertipu bahwa disini kebanyakan lebih pada nafsu atau rasa ingin memiliki "yang penting dia jadi milikku". Nah melihat hal tersebut ada baiknya luruskan niat terlebih dahulu.
B. Mencintai orang yang dinikahi
Kalau ini terkesan memaksa ya, hukum wajib memang. Nah ngapain nikah coba, kalau belum siap mencintai orang yang dinikahi. Dari kata terpaksa ini mungkin akan tumbuh kesadaran bahwa yang terjadi adalah kehendak Allah SWT, yang tentu mencintai orang yang dinikahi adalah pahala.
Jadi buat yang sudah menemukan orang yang dicintai segeralah luruskan niat untuk menikah. Sedangkan untuk yang belum menemukan, bersabarlah, mencintai orang yang dinikahi bukan hal buruk. Yang terpenting semua diniatkan karena Iman pada Allah SWT.
Friday, 20 September 2019
Jamur Tempus
Terasa cepat bila nikmat
Terasa berabad bila terjerat
Melupa sampai lupa
Bergerak dan tidak lelah
Biasa dan selalu berakhir luka
Ingat tetapi terlambat
Beberapa beruntung namun tidak dapat dihitung
Pagi menjadi siang, siang menjadi malam
Spora beterbangan menuju inangnya
Bersama angin kehidupan fana
Tumbuhlah fungi bersahaja
Beberapa diantaranya berebut sampai maut
Sekarang dia kuncup
Esok dia bermekaran sempurna
Lusa tinggal nama
Selain beruntung tuannya
Tidak lama namun dianggap biasa
Cepat menghilang dan tidak akan datang
Hanya sekali sampai mati
Tetap namun sedikit yang terpikat
Jikan_Akep, 20 Sep 2019
Wednesday, 18 September 2019
Sajak Bisu
![]() |
| Doc. Pribadi |
Merah padam muram berselimut garam
Tenang membiru berbujur tengah menggebu
kau dan aku adalah saksi bisu
Semerbak aromamu
Membentak tanpa permisi dahulu
Memecah perihnya ketenangan kalbu
Bersandar kayu batu bata dan sejenisnya
Pengantar kesaksian
Terbawa hanyut dalam dekap
Lengang tari mengusik diri
Menjelma kala malam terpejam
Menghilang dan lampu kota datang
Ketenangan pembunuh angan
Ganas dan buas
Kaulah Cakrawala
Sajak Bisu_Akep, 18 Sep 2019
Tuesday, 17 September 2019
Warning TP
TP bukan nama mall terkenal di Surabaya alias Tunjungan Plaza. Bukan pula curi pandang yang diplesetkan. Sebelum membahas TP, sebenarnya berapa kali dalam sehari handphone kalian berbunyi untuk pesan singkat dari nomor tidak dikenal. Jika banyak tentu sama. Lihat saja deretan pesan yang menguntai lebih panjang dan kencang PDKT dari cemceman, emang punya? Tidak sih. 😂
Lanjut, apa sih TP? eits penasaran ya. Baca dulu kelanjutannya. TP adalah arti panjang dari Transfer Pulsa. Kenapa seperti itu? Iya TP disini adalah modus penipuan terbaru dan mungkin populer dibeberapa kalangan diantara kalian.
Singkat cerita pagi ini handphone berbunyi, kepo ya siapa pagi-pagi berpesan singkat. Ternyata cemceman, bukan, justru nomor yang tidak dikenal. Bertuliskan pesan "TP 10 nomor tujuan" seperti dibawah. SMS TP ini juga marak diberitakan dibeberapa media online, untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kali ini merasa beruntung, meski bukan ahli IT kebiasaan membaca "status orang pintar" membuat penambahan pengetahuan. Gambar dibawah adalah status yang beberapa waktu lalu terbaca. Bukan hanya link yang tidak boleh sembarang klik namun sms juga tidak boleh sembarang balas.
Untuk menanggapi tantangan teknologi yang terus berkembang dan heaker yang tidak bosan membobol benteng pertahanan, ada baiknya cari tahu dahulu terhadap segala hal. Status diatas berasal dari aplikasi LinkedIn yang isinya orang-orang yang asli, kebanyakan bukan majang tampang seperti Facebook dan Instagram. Semoga bermanfaat dan selalu berhati-hati.
IJINKAN AKU MENDUA KALI INI SAJA
"Reggg..tulit...tit..tit"
Benda persegi panjang itu melenggang indah membawa deretan kertas merah muda pengantar barang.
"Sudah...! Bang sudah!" Bilik kaca bergetar seolah muak dengan rutinitas yang ada.
Satu persatu truk besar pembawa barang melaju dan pergi menjauh.
Ruang kusam berbahan besi hanya terisi tiga makhluk kian menyempit disiang hari. Tumpukan kertas berserakan dimeja sebelah kiri. Rutinitas selalu seperti ini.
Kursi paling ujung selalu tersenyum sebelum dhuhur, kursi tengah selalu berbahak sesekali diduduki insan yang berbeda. Kursi paling jauh selalu merana, menangis seperti pemiliknya.
Sejak matahari mengintip pelan hingga senja menjelang tidak pula si pemilik meninggalkannya. Sama halnya dengan kertas di meja yang berkali-kali terbang terbawa hembusan kipas dinding inginkan pergi segera. Tidak kalah dengan komputer usang yang kerap diam sebagai tanda protes dan blue screen bermunculan dengan deret kode ala programmer masa depan.
"Ayo nak jangan lemot, mama mau pulang" menatap tajam benda kotak yang sering diam.
Memanusiakan benda adalah cara gadis ini menghibur diri. Sebut saja Mila, gadis yang tengah beranjak dewasa ini hampir dua pekan bergelut di dunia kerja. Bekerja dengan para pria menjadi tantangannya, belajar memahami, mengalah dan mungkin memilih bungkam menjadi pemikiran panjangnya. Berbekal kecuekan mampu membuatnya bertahan ditengah kerasnya dentuman dunia perproyekan.
Diusianya yang terus berkurang kerap kali para rekan datang membawa hati yang tidak digubris Mila. Mulai dari mekanik ahli sampai ketua beda divisi tidak luput dari gosip murahan. Cintanya memang hancur beberapa bulan yang lalu, tidak lantas membuatnya memilih salah satu dari tawaran.
"Tambah cantik sekarang tetapi masih jomblo, percuma, nih sama Joko, ganteng kan dia" sahut atasan lain
"Jomblo itu banyak yang berkualitas yang sedikit" Gumam Mila
Cacian dan makian sudah menjadi makanan yang siap ditelan setiap harinya. Bosan, muak atau apa, sering dia berniat untuk pergi tetapi setiap kesempatan yang dinanti datang bos besar selalu menghentikan, seolah dia tau akan kehilangan.
"Aku ingin mendua! Tolong ijinkan kali ini saja"
Degupan keras yang tidak pernah terlontar dari mulut kecilnya.
"Aku berjanji akan pergi dan tidak akan menyakiti ku carikan kau pengganti!" Lagi dan lagi hanya terukir direlung hati.
Akep, 17 Sep 2019
#BayarUtang
#Odopbatch7
~sumbangan ide kelanjutannya diterima~
Monday, 16 September 2019
Belajar Jati Diri Manusia
Apakah diantara kita ada yang belum tau pohon jati. Tanaman ini sudah sangat populer dikalangan pepohonan. Selain terkenal sebagai pohon idaman karena kuat baku hantam, harganya pun fantastis bukan.
Bijinya yang kecil namun kekuatannya luar biasa, bahkan perlu alat tambahan untuk membukanya. Begitu pula melihat potensi seseorang bukan dari seberapa besar tubuhnya. Tanaman yang tumbuh subur diarea Jawa ini memiliki siklus hidup yang berbeda dibandingkan tanaman pohon lainnya.
Mulai dari masa semai tanaman ini tidak mudah tumbuh karena kerasnya kulit biji memerlukan beberapa perlakuan seperti perendaman. Setelah masa semai tanaman ini dapat dipindah tanamkan ke lokasi seperti hutan. Bagaimana dengan siklus hidup yang dibahas sebelumnya.
Tanaman ini akan tumbuh baik bilamana berada pada curah hujan sedang dan cenderung rendah. Hal ini mengingat akan adanya lingkar pohon yang menunjukkan umur pohon tersebut. Bisa dibilang dalam satu tahun tanaman ini hanya mampu membuat satu lingkaran.
Hal diatas menunjukkan bahwa pohon jati dengan waktu satu tahun hanya dapat satu lingkaran. Sebagai manusia perlu untuk menghargai waktu dan proses karena setiap fase hidup seseorang berbeda. Untuk mencapai titik suksesnya ada yang perlu sampai usia 20 tahun keatas ada pula yang dibawahnya.
Dalam hidupnya tanaman ini tidak asing akan menggugurkan seluruh daunnya. Mungkin sebagian akan berkata tanaman mati dibiarkan, atau mungkin dari mana fotosintesis dilakukan. Iya pengguguran daun adalah cara tanaman ini beradaptasi dengan lingkungan untuk mengurangi penguapan. Sementara fotosintesis tidak hanya dilakukan pada daun, batang pun mampu melakukan selagi dia berwarna hijau (mengandung zat hijau daun).
Gantungan Harap
![]() |
Sampai kapan kau biarkan aku disini
Untuk apa jauh dari kota pelajar kau kejar
kau bilang aku pencarian
Aku iri pada mereka!
Mereka yang kau biarkan menari ditubuh kecilmu
Mereka ceritakan betapa pesonanya memikat mu
Apa aku tidak menarik?!
Kau biarkan aku berjejer tanpa menyentuhnya
Apa aku tidak sepantas mereka?
Si kemeja merah berkata aku idaman
Si jubah putih berkata aku dambaan
Aku apa?
Kebaya yang terasingkan
Ku lihat kau hanya memegangi ku
Kau bilang aku indah
Aku tersenyum bangga dan ku teriakan pada mereka
Semua sirna, kau hanya menaruh kembali dideretan terujung
Mereka tertawa pada paras usangku
Mereka berhenti mendengar
menggunakan mu adalah hal sakral yang ku nantikan
~Krisan Anda, Harapan Kami~
Sunday, 15 September 2019
Rahasia Kopi
![]() |
Suara burung bersaut sautan bagai nyanyian pagi yang membangunkan tidur nyenyak para petani. Angin melambai manja mendukung sang surya yang malu-malu menampakkan wajahnya. Pagi itu benar-benar gelap, bahkan tetasan embun membasahi dedaunan dikebun. Ini adalah musim panen kopi Arabika. Para petani bersiap untuk memetik buah kopi.
Musim kopi memang telah dinanti. Para petani berjejer rapi menuju ladang masing-masing. Tiap petikan rapi mengayun biji kopi tanpa terkecuali. Satu persatu telah masuk dalam ranjang kecil bertali kepang. Ditengah kesibukan petani, para kopi asyik bersenda gurau dengan sesamanya.
"Hayooo... Masuk!"
"Masuk lagi!"
Teriaknya bersama kopi-kopi yang lebih dahulu menempati.
"Yaaapp!?" Semua terdiam saling melirik sesama teman.
Pada lemparan kesekian ini, terpental sebiji kopi. Kegelisahan berlanjut akan nasip sahabatnya si kecil kopi. Ditengah kebun berilalang ini tidak akan mungkin tertemui petani. Mereka berharap si kopi dimakan luwak dan bertamu petani untuk masa depan yang cerah.
Penuhnya desa dimusim panen membuat macet jalanan. Begitu pun alur pemrosesan buah kopi yang memadati belantara desa ini. Dengan muka murung si kopi terangkat dan pergi meninggalkan sahabatnya itu.
......_____.......
Lambat laun tumbuhlah pohon kecil diperbatasan lahan pertanian. Pohon itu terus membesar, beberapa kali daunnya menutupi kedua kanopi kopi disampingnya. Para petani memotong sebagian dari dedaunan yang ada. Pohonnya semampai, rindang dengan bunga putih bermekaran. Para lebah tengah mendekatinya namun lagi dan lagi lebah tidak lagi ditanggapi si kopi. Hal ini melihat sekelilingnya yang dilindungi plastik oleh petani. Dia berusaha menjaga dirinya tanpa petani.
"Kejam!?" Itulah berontak si kopi
Demi mendapat perawatan petani, dia terus memperindah dan menampakkan bunga. Terfokus pada keindahan pemekaran bunga, dia terus mengelak dengan bermacam lebah yang datang. Lebah itu sangat dia inginkan namun gejolak dihatinya akan keindahan bunga yang menarik petani lebih diamkan. Bunganya benar-benar mekar indah dan megah lebih dari sekitarnya. Tertarik dengan keindahan bunga kopi yang tidak dihinggapi lebah, salah seorang petani menutup bunganya dengan plastik. Hujan akan segera datang dia tidak ingin bunga rontok sebelum bertemu lebah yang indah. Sore itu hujan benar-benar terjadi dengan lebatnya. Seluruh kopi basah kuyup dan terlihat segar, terkecuali si kopi.
"Kenapa kamu murung, bukankah selama ini kamu ingin dirawat petani?" Tanya air
"Bolehkah aku bertanya padamu air?" Sahut Si Kopi
"Tentu"
"Kenapa setelah petani memberi plastik, mereka membukanya lagi kecuali aku, sekarang semua lebah dibiarkan mendekati para bunga?"
"Kamu perlu tau lebah adalah teman dan sahabat semua bunga. Dia akan menemani bunga sampai menjadi kopi yang dibanggakan petani, kopi disebelah sana tidak ada yang ditutup oleh petani karena bunganya telah dijaga oleh lebah"
Si kopi terdiam, "selama ini aku kira lebah hanya akan merusak mahkotaku" bisiknya pada diri.
Dengan segala tenaga Si Kopi meminta tolong kepada angin untuk melepaskan ikatan plastik dibunganya. Setelah bersusah payah, angin datang dengan kencangnya. Bunganya berjatuhan, dia sangat sedih, tidak ada yang berpihak padanya. Seekor lebah yang indah datang, sangat indah lebih indah dari sebelumnya. Si Kopi menengok dan berkata.
"Aku tidak lagi punya bunga, pergilah carilah bunga yang indah diluar sana" pandangannya menunduk.
Lebah hanya diam dia masuk dalam celah daun, membukanya, sungguh indah bunganya segar tertutup daun yang rindang tanpa perawatan petani. Keduanya tersenyum lebar.
"Bolehkah bunga indah ini untuk ku?" Pinta lebah
"Jagalah, aku percaya padamu"
Beberapa bulan kemudian pohon ini berbuah lebat. Kedua petani yang memanen pohon kopinya tidak pula menyentuh si kopi hingga seluruh kopi terpanen. Dari jauh terdengar percakapan petani.
"Pohon siapa lebat tidak dipanen"
"Bukan aku yang menanamnya" serempak kedua petani ini
"Diperbatasan tanah kalian itu"
Selesai kejadian itu mereka memutuskan untuk membagi dua dan menggunakan biji untuk konsumsi sendiri dan benih pengganti tanaman tua. Rasa kopi pekat yang nikmat terhirup membelai hidung. Tatapan tajam penuh ancaman kini menjadi senyum indah. Dialah Si Kopi Kecil yang terbuang.
#tantangan1
#odopbatch7
#weekend
#odop
#daretodare
#Satnit
#holiday
#challenge
#Fiksi
Friday, 13 September 2019
Amalan Umma Apk
![]() |
Terik mentari terasa lebih menyengat dari biasanya. Seperti biasa ku awali siang hari ku dengan mengisi perut bersama oryza sativa yang telah dimasak oleh Ibu, iya bekalku. Sayur emak samping menjadi pilihanku. Emak adalah warung langganan samping kantorku. Selain enak, harganya pun sangat ramah dikantong. Apalagi tanggal sudah mendekati masa menua.
Makan sambil menonton mungkin menjadi kebiasaan. Satu persatu status terjamah mulai dari Instagram, Facebook bahkan sampai WhatsApp. Satu link tidak sengaja terkena jari manisku. Muncullah sebuah artikel yang membuat ku penasaran bernama umma.
Apa ya Umma? Kalimat itulah yang terlintas, ternyata Umma adalah aplikasi komunitas muslim. Di artikel yang tidak sengaja terbuka tertulis "Masya allah, Amalan ini Akan Mengubah Hidupmu dst". Nah jiwa muslimnya keluar atau jiwa kekanakannya ya.
Dalam artikel ini menjelaskan bahwa hanya kebaikan yang akan dibalas dengan kebaikan. Hal ini mengingatkan ku pada Surat Al-Zalzalah yang inti artinya kebaikan dan keburukan sebesar dzarrah pun akan mendapat balasan. Namun disini terdapat pernyataan lanjutan yang tidak kalah menyita perhatian. Amalan ini mampu merubah hidup seseorang.
Amalan apa lagi?, Sudah jelas kebaikan yang ditanam akan menuai kebaikan pula. Hanya separuh artikel dapat ku baca. Sangking penasarannya download lah aplikasi bernama Umma. Ternyata sangat mudah dan saya yakin kita semua mampu mengamalkannya. Amalan yang mampu merubah hidup kita. Amalan ini adalah niat, niatkan setiap yang kita lakukan karena Allah. Ya itulah, semua diawali dengan niat, tidak terkecuali naik motor yang biasanya bengong, tidur yang lama dapat bernilai ibadah karena niat. Terjawab sudah, semoga bisa mengamalkan dan menjadi manfaat untuk sesama.
Thursday, 12 September 2019
Denting Terakhir
![]() |
|
Kulit kering yang mulai bisa kulipat kini semakin terlihat
Mata yang terlihat semakin padam dengan pemendekan sudut urat
Rambutnya memutih tidak bisa lagi memilih
Berdirinya yang tidak lagi tegak menjulang
Angin dengan mudah merobohkan tegaknya
Sesekali langkahnya terhenti
Berbincang kepada mentari
" Akankah waktu bisa lebih lambat atau langkah yang harus lebih cepat?"
Sesekali ku pandangi wajah itu dikala masa kecilku
Sebelum terlelap sejuta kata teruntai
Menemani malam itu hingga mataku tidak lagi melihatmu
Suaramu menghilang ditelan kalbu
Dewasa kini aku, melihat bujur kaku tubuhmu
Setetes pun coba kuselamatkan
Setelah gayung dan seisinya coba kutumpahkan
"Maafkan aku!"
Maafkan aku, bungkaman teriak mengebu
Tidak bisa aku hentikan linangan pelupuk mata
Aku gagal dipengabdian terakhirku
Kewajiban mensucikanmu bersama senyuman
Mengantar tanpa ada pemberatan, maafkan aku
Tuesday, 10 September 2019
Celotehan Angin
"Siapa Akep.id, siapa dia sebenarnya, sosok seperti apa, tidak terlihat jelas bahkan profil yang disamarkan sepertinya?"
Mungkin diantara kalian yang mampir di blog pemula ini akan bertanya-tanya. Tidak penting siapa penulis disini, yang terpenting bacalah apa yang ditulis bukan siapa yang menulis. Jika tulisan ini bermanfaat dan menjadi baik gunakan, tetapi jika tidak maka abaikan dan jika salah boleh untuk memberikan teguran.
Ibu kota pindah ke Kalimantan. Pasti bukan hal asing bahkan sudah mendengar kalimat ini berkali-kali. Rencana ini secara resmi di ucapkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo beberapa pekan lalu.
Apakah penulis akan ikut dengan sejuta netizen yang tengah beradu argumentasi untuk hal ini?
Sekali lagi tidak. Ingat tidak!
Setuju atau tidak, hal ini dilakukan bukan masalah, karena itu hak kalian semua.
Lalu untuk apa?
Bisa dibilang ini masalah dan setiap masalah selalu ada solusinya. Bahkan kanker yang sempat menjadi penyakit mematikan kini telah ditemukan obatnya. Iya pohon asli Kalimantan, yang ditemukan dalam penelitian anak SMA bernama pohon bajakah. Hal ini sama halnya polemik akan perpindahan Ibu Kota Negara yang pasti banyak pro dan kontra. Dalam tulisan saya di bab sebelumnya https://duniasawah.blogspot.com/2019/05/satu-gelas-beda-warna-itu-biasa.html
terdapat makna bahwa warna sirup yang berbeda dapat bersatu dengan indah dan nikmat seharusnya kita pun demikian.
Salam Damai, Kota Angin
terdapat makna bahwa warna sirup yang berbeda dapat bersatu dengan indah dan nikmat seharusnya kita pun demikian.
Salam Damai, Kota Angin
Monday, 9 September 2019
Sobekan Sahabat
Terimakasih untuk mu yang menemukan kata sahabat
Sosok perobek hati yang pekat akibat muslihat
Membungkam dihadapan seribu umat
Sosok perobek hati yang pekat akibat muslihat
Membungkam dihadapan seribu umat
Berselimut kata rahasia sahabat
Jikalau kau bernama sahabat pasti akan mendekap
Jikalau sahabat pasti mengetahui senyum menyayat atau semangat
Jikalau kau sahabat pasti akan menggenggam erat
Jikalau sahabat pasti mengetahui senyum menyayat atau semangat
Jikalau kau sahabat pasti akan menggenggam erat
Jikalau Sahabat tidak mungkin berkhianat
Tidak mungkin membawa sesat bahkan sampai sekarat
Siapakah sahabat yang sebenarnya
Siapakah sosok yang memperlihatkan, menyadarkan pada-Nya
Tidak mungkin membawa sesat bahkan sampai sekarat
Siapakah sahabat yang sebenarnya
Siapakah sosok yang memperlihatkan, menyadarkan pada-Nya
Akankah dia yang ada semasa susah
Atau dia sesama nasib dianggap bersalah
Ataukah media sosial yang tidak terbatas
Siapa dia sosok sahabat terbaik
Atau dia sesama nasib dianggap bersalah
Ataukah media sosial yang tidak terbatas
Siapa dia sosok sahabat terbaik
Jika itu aku, salah, jika itu dia, salah
Sahabatmu adalah sosok yang bahkan tidak kau sadari
Sahabat terbaik adalah kematian dan amal yang akan terus kau dekap
Bahkan sampai mengingat akhirat
Sahabatmu adalah sosok yang bahkan tidak kau sadari
Sahabat terbaik adalah kematian dan amal yang akan terus kau dekap
Bahkan sampai mengingat akhirat
Akep.id bersama ide yang menghilang
Saturday, 7 September 2019
Tanya Sang Luka
Kenapa?
Kian mengiang disudut telinga
Menggema seolah Tuhan tengah menepuknya lebih keras dari sutra
Seperti dirimu akan tumbang segera
Salah, salah Dia hanya ingin menegakkan dan meluruskan pandangan mu
Memperlihatkan kekuasaan dan keindahan dunia
Tanpanya laksana bukan apa-apa
Kamu kira sendiri?
Lagi dan lagi kamu salah, Dia selalu memaafkan mu
Bahkan ketika gelap Dia akan tetap bersamamu
Menemani langkah demi langkah menjagamu agar tidak jatuh kembali
Menjaga mu tanpa peduli terik siang dan gelap malam
Tidak peduli cacian dan hantaman Dia kuat
Dia ada dihatimu berbentuk iman
Kian mengiang disudut telinga
Menggema seolah Tuhan tengah menepuknya lebih keras dari sutra
Seperti dirimu akan tumbang segera
Salah, salah Dia hanya ingin menegakkan dan meluruskan pandangan mu
Memperlihatkan kekuasaan dan keindahan dunia
Tanpanya laksana bukan apa-apa
Kamu kira sendiri?
Lagi dan lagi kamu salah, Dia selalu memaafkan mu
Bahkan ketika gelap Dia akan tetap bersamamu
Menemani langkah demi langkah menjagamu agar tidak jatuh kembali
Menjaga mu tanpa peduli terik siang dan gelap malam
Tidak peduli cacian dan hantaman Dia kuat
Dia ada dihatimu berbentuk iman
Subscribe to:
Comments (Atom)
Serabut Mimpi
Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...
-
"Diam" Ruang persegi panjang menyudut beraturan Diam Jam berdenting akhir perjalanan Diam Kursi goyang kian menoleh ringan ...
-
Selengkapnya : https://bit.ly/37fJ6Fg Unsur intrinsik Tema Kebahagiaan tidak bisa terbeli dengan uang. Tokoh atau Penokohan Aku ...
-
Move on kata yang bikin parno dikalangan remaja dan pastinya identik dengan cinta. Romansa cinta, indah layaknya senja namun keindahannya ...


















