Wednesday, 1 July 2020

Membungkam Suara

Hadirku mungkin hanya pembungkus
Disanjung diawal keperluan
Dibuang setelah dimanfaatkan
Merana bukan?

Suatu saat kau akan mengerti
Bagaimana bungkus itu akan berjaya
Ketika tangan Tuhan mengolahnya
Membekas direlung jiwa

Menjadikan sayatan dibalik senyuman mu
Dibalik deretan kata terurai di pelupuk mata
Kau boleh bungkam seolah mendapatkan kemenangan
Mata Tuhan saksikan semua

Semua memang takdir Tuhan
Namun tidak semua takdir harus membunuh kehidupan
Tidak perlu dengan menampar sementara kau tidak mau ditampar
Ketahuilah setiap perbuatan adalah pertanggung jawaban

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...