Sunday, 19 May 2019

Siang menggenang Malam



By RwcOdop

Siang itu begitu panas sampai keringat ku bercucuran, angin yang berhembus seolah menghilang. Padahal aku sudah mendekat ke benda kotak besar seperti pigora tembus pandang itu. Namun dia tidak kunjung datang.

Mataku terbelalak tajam dengan sosok yang melintas, dia Maymunah sahabat ku sejak SD.
"May....!!!" Sambil melambaikan tangan
Dia celingukan mencari arah suara, akhirnya dia tersenyum manis dan pergi begitu saja. Semilir angin baru terasa, rupanya senyuman Maymunah mengantarkan angin ini.

Tepat dari cendelaku terlihat kubah masjid terbesar didesaku. Konon tanah masjid itu hutan angker, sampai sekarang pun para dedemit sering nangkring dikubahnya.

"Hay...sini" sambil melambaikan tangan.
"Maymunah..!". ( diatas kubah masjid itu, suaranya sampai sini) kataku dalam hati.

Jangan-jangan hantu itu menginginkan Maymunah. Segera aku pancal sepeda motor butut kesayangan almarhum ayahku. Aku tidak peduli, nyawa Maymunah lebih penting. Ku tarik gas sekuat tenaga, berharap Maymunah baik-baik saja.

"Alhamdulillah, masjid ramai sekali" rupanya hari Jum'at.

Oh iya Maymunah, ku tapakkan kaki pada keramik Masjid tua itu, dingin tidak seperti biasanya. Kusadari Maymunah tidak mungkin ku selamatkan sendiri. Bpk-bpk yang tengah selesai jama'ah Jum'at ku dekati.

"Bpk maaf apa bisa membantu ku menyelamatkan Maymunah diatas kubah?"

Seluruh jamaah masjid serempak menoleh padaku. Aku terbirit-birit keluar, mata mereka merah bercahaya. Mereka mendekat dan terus mendekat seperti pasukan zombie yang akan membawa ku ke alamnya.
"Tidak...!!!" Aku tersungkur ketanah.
Adzan Ashar membangunkan tidurku.


#RWCodop2019
#OneDayOnePost
#Day14
#Keramik Masjid


No comments:

Post a Comment

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...