Bukan acara hajatan
Bukan pasar perbelanjaan
Bukan pula tempat peribadahan
Waktu dikorbankan
Tenaga digunakan
Demi kau semua terelakan
Nyawa pun terlupakan
Apakah kau racun insan?
Menipu paras tuan
Berkuasa bagi yang tidak faham
Tidak berkah bagi yang mampu memanfaatkan
Apakah kau racun insan?
Berkedok keindahan dan kekuasaan
Mencekam membius kesadaran insan
Dengan bunga besar-besaran
Sedikit demi sedikit kau ringkus kebahagiaan
Tidak ada ampun tuan
Terlambat dan berat
Sekali terhambat bunga membesar berlipat-lipat
baca berulang kali tapi masih bertanya-tanya puisi ini tentang apa
ReplyDeleteCoba dibaca sekali lagi kak 😁
DeleteIni tentang Riba bukan?sama kayak kak Dwi... berulang-ulang cari pesannya...hehe
ReplyDeleteHahaha kurang lebih seperti itu
DeleteApakah itu bercerita tentang uang?
ReplyDeleteJeli sekali Mbk ini
DeleteIni tentang rentenir kah?
ReplyDeleteHihi mirip rentenir kah hah
Deleteini puisi hikayat bukan ka
ReplyDeleteIlmuku masih cetek, sekedar nulis puisi haha
Delete