Monday, 4 November 2019

Terlena 5

Hidup di kota, aku menyadari keganjalan kehidupan Lina. Berawal dari ajakan ke tempat karaoke. Yah mungkin aku pertama kali kesana, rasanya aneh. Bukan masalah kenapa namun banyaknya wanita penghibur didalamnya. Ini adalah menu utamaku. Sehari saja tanpa ke dunia fana seperti tidak makan.

Setiap malam ku lihat teman-teman ku menjadi booking an para om om. Berbagai karakter kutemui, merokok, minuman keras adalah makanan sehari-hari baginya. Namun baik mereka bukan seperti kebanyakan yang dimuka.

"Plakkk...", Tangan Lina pas mengenai muka Si Om.
"Jangan ganggu temanku", tatapnya tajam dan membawaku pergi.
Lelaki tua itu terguyup akibat kendali minuman beralkohol tadi.

"Ayo aku antar pulang"
"Tapi kamu?", tanyaku padanya.
"Aku sudah terbiasa dengan keadaan ini, ayo cepat!"

Aku yang benar-benar sadar bergegas pergi. Meninggalkan Lina yang mengantarkan ku sampai jalan kota dan kendaraan menghampiri. Dia tidak ingin aku sepertinya.

Mustahil, lingkungan ku beradu pada keadaan ini. Aku terbiasa karaoke, nongkrong hingga larut malam. Hal ini lebih penting dari kebutuhan sehari-hari ku. Keuanganku harus stabil, dari sini ku temukan peran baru, pemorot uang lelaki. Jangan ditanya berapa laki-laki yang dekat dengan ku. Tidak ada yang om om tetapi anak konglomerat semua.

Suatu ketika, tempat kerjaku sedang pada masa failed. Disinilah hidupku benar-benar sulit. Aku hidup dari kiriman orang tua dikampung. Tiga bulan gaji ku tidak dibayar. Aku mulai merasakan bosan.

Handphone ku yang lebih sering berdering dari biasanya. Orang tua ku. Ibuku tidak pernah tahu aku seperti ini. Namun Bapakku dia tahu semua kenakalan ku.

"Nduk, sudah tidak usah kerja, pulanglah, Ibu ingin melihat mu menikah"

Kalimat yang terus mengiang ditengah himpitan ekonomi kota metropolitan. Ku teringat kejadian dimana pelukan Ibu meredam amarah ku kala itu.

No comments:

Post a Comment

Serabut Mimpi

Haruskah ku tuangkan kopi bergula ini kedalam kerongkongan Saat ku lihat kau tengah memikul duri-duri tajam berserat kepedihan Tiada mungkin...